Penggunaan pembayaran nontunai berbasis smartphone, saat ini tengah menjamur di Indonesia. Hampir semua kebutuhan seperti membayar transportasi, makanan, fashion, dan lainnya dapat dilakukan dengan praktis dan cepat. Para pengguna aplikasi pembayarann nontunai ini,  cukup membuka aplikasi yang ada di ponsel, kemudian melakukan pemindaian QR-code untuk menyelesaikan pembayaran.

Pengguna juga tak perlu repot-repot membawa uang tunai, bahkan tak khawatir memikirkan uang kembalian. Pengelola pembayaran digital juga kerap menawarkan promo menarik.

Adapun bisnis yang secara langsung terkena imbas dari perkembangan dompet digital seperti Go-Pay hingga Ovo itu salah satunya adalah kartu kredit.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha mengatakan pertumbuhan kartu kredit kini menjadi mandek dan tidak berkembang.

"Belum sampai membuat terjadi penurunan tapi pertumbuhannya ya tidak berkembang. Tadinya bisa 10 persen sekarang jadi 5 persen. Kalau dibiarkan terus lama-lama tergerus," katanya dihubungi kumparan, Senin (31/12).

Steve melanjutkan, hingga kini tingginya penggunaan e-money sebetulnya masih didominasi untuk pembayaran secara langsung. Artinya, e-money dari e-commerce masih belum begitu masif.

"Menyerangnya pay to day atau harian. E-commerce ada tapi kartu kredit masih lebih confidence," imbuhnya.

Kendati demikian, berbagai kemudahan, penawaran spesial, hingga promosi yang atraktif tak dipungkiri menjadi kelebihan e-money yang juga membuat kartu kredit kelabakan.

Untuk itulah, menurutnya inovasi bagi penyedia kartu kredit adalah sebuah keniscayaan.

"Karena kemudahan-kemudahan yang diberikan jadinya masyarakat mulai beralih menggunakan mekanisme pembayaran digital mereka. Kalau bank tidak berinovasi akan beralih," tegasnya.

Alih-alih ingin melawan dan bersaing dengan e-money, Steve justru menekankan ke depan pihaknya malah bisa bekerja sama dengan e-money untuk sistem pembayaran tertentu.

"Satu hal yang mungkin kita coba usahakan kalau kita punya dompet kita punya uang tunai, debit, dan kartu kredit, e-wallet juga boleh saja di dalamnya ada e-money yang langsung potong rekening kredit," terang dia.

Dengan begitu katanya, e-money dan kartu kredit bisa berkembang bersama-sama.

Di sisi lain, Steve juga mengaku bakal menggenjot cara pembayaran yang masih menjadi keunggulan bagi kartu kredit dibandingkan e-money yaitu cicilan.

"Yang bisa dilakukan kartu kredit adalah program cicilan. Kalau cicilan itu kan e-wallet atau e-money susah. Tapi kalau kartu kredit kan ada fasilitasnya," tutupnya.

Sumber: Kumparan