AMARTHA, Fokus Di Pelosok Desa

AMARTHA, Fokus Di Pelosok Desa

Paling suka baca biografi orang-orang sukses dan berpengaruh di dunia, karena ada banyak cerita sedih, haru dan bahagia untuk mencapai jalan kesuksesan mereka.Tanpa sengaja membaca sekilas biografi Andi Taufan Garuda, anak muda berprestasi kelahiran 24 Januari 1987 yang rela meninggalkan zona nyaman agar bisa menjadi entrepreneur.Sudah tau belum siapa Andi Taufan Garuda? Jawabannya Andi Taufan Garuda adalah Founder dan CEO dari sebuah FinTech yang bernama “Amartha”, acungkan tiga jempol untuk orang yang masih berusia muda tapi bisa memberi inspirasi bagi banyak orang.Ngomong-ngomong udah pernah dengar belum apa itu FinTech? Kalau sudah pernah dengar dan tau apa itu FinTech artinya Anda termasuk yang kekinian, kalau belum tau juga termasuk kekinian karena setelah baca ini pasti langsung tau (iya kan, iya dong J), jadi Fintech merupakan singkatan dari “Financial Technology” yang artinya adalah sebuah inovasi dalam bidang jasa keuangan.Bisnis keuangan yang termasuk dalam FinTech antara lain Pinjaman online secara peer to peer landing P2P (mempertemukan pemberi dana dan peminjam dana), pembayaran, proses jual beli saham, transfer dana, investasi ritel, personal finance (perencana keuangan) dan lain-lain.Jadi penasaran sama Andi Taufan Garuda, Uups salah!, maksudnya jadi penasaran sama “Amartha” yuk kita kepoin siapa tau bisa melakukan pinjaman online untuk usaha sampingan online shop yang produknya gak nambah-nambah karena terbentur modal.

 

Amartha

Amartha termasuk kakak pertama Fintech di Indonesia, karena saat melihat data Fintech Terdaftar di Website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa Amartha berada di posisi ke tiga yang mendapat surat legal dari OJK, yaitu tanggal 31 Mei 2017, kok di bilang kakak pertama, karena urutan nomor satu itu Danamas jadi bapak, ke dua Koinworks sebagai ibu, jadi ketiga adalah kakak ( sebutan kakak pertama ini menurut kita aja ya, hehe,bukan resmi dari OJK).Amartha yang berdiri sejak tahun 2010 ini berada di bawah PT.Amartha Mikro FinTek yang berkantor di Jl.Ampera raya no.16 Jakarta Selatan.Amartha adalah salah satu FinTech di Indonesia yang menjalankan Peer to Peer lending.Produk utama yang di tawarkan Fintech ini selain memberikan kesempatan pendana baik perorangan, berkelompok atau badan hukum untuk meminjamkan dananya juga memberikan pinjaman bagi usaha mikro atau UMKM, dengan tujuan memudahkan akses permodalan usaha mikro dan kecil yang nantinya akan meningkatkan kualitas hidup peminjam, meningkatkan perekonomian digital Indonesia.

 

Siapa Yang Bisa Mengajukan Pinjaman

Baru pertama kali dengar ada FinTech yang mengkhususkan pinjaman hanya untuk perempuan, bikin merinding dan terharu, jarang loh FinTech mengkhususkan produk nya hanya untuk perempuan!, salut untuk Amartha, tapi bukan sembarang perempuan, ini syarat mengajukan pinjaman

Calon Peminjam berkelompok (group lending)

  • Amartha mengkhususkan produk pinjaman untuk perempuan sudah menikah atau pernah menikah usia 21 tahun – 60 tahun, harus mendapat izin dari suami (di bawah 21 tahun (sudah menikah) harus ada persetujuan orang tua atau wali).Untuk perempuan belum menikah dan laki-laki mohon maaf tidak bisa mengajukan pinjaman melalui Amartha, pinjam ke FinTech lain aja yaa J.
  • Pengajuan pinjaman wajib secara berkelompok atau komunitas yang terdiri dari 15-20 orang (grameen bank model) yang tinggalnya berdekatan.Bersedia hadir mengikuti pelatihan wajib kelompok secara mingguan dalam pertemuan kelompok (pelatihan pengelolaan keuangan, kedisiplinan dan cara memajukan usaha.)
  • Wajib bersedia tanggung renteng atau menanggung pembayaran pinjaman bersama-sama jika ada anggota kelompok yang kesulitan membayar pinjaman.
  • Pengajuan pinjaman hanya untuk peminjam yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Klaten, Yogyakarta, Mojokerto, Banyumas, Kediri, Blitar, Serang, Tangerang, Pemalang, Tegal, Magelang, Purwakarta, Lamongan, Malang.Jika syarat terpenuhi, petugas Amartha akan melakukan survey terlebih dahulu dan pinjaman hanya khusus untuk ibu-ibu yang berada di daerah tersebut.Amartha sedang memproses perluasan pinjaman di seluruh pulau jawa (semoga bisa cepat terealisasi)

 

Calon Peminjam SME (Individu)

Individu (perempuan perorangan usia 21 tahun keatas) bisa melakukan pinjaman dengan syarat telah melakukan pinjaman pertama bersama kelompok melalui Amartha dengan jejak digital baik tentunya,  jadi kalau belum pernah melakukan pinjaman berkelompok melalui Amartha belum bisa melakukan pinjaman secara individu.

 

Nilai pinjaman, Tenor dan Bunga

Pinjaman yang mengedepankan perempuan pedesaan ini memberikan plafon mulai dari RP 3 juta – Rp 10 juta, dengan tenor pengembalian 3-12 bulan (dengan pembayaran mingguan.Amartha mengedepankan pinjaman syariah yang tidak membebankan bunga dalam pinjaman, tapi lebih ke bagi hasil yang akan dibayarkan flat setiap minggu tanpa ada biaya administrasi, untuk nilai bagi hasil nilainya bisa berbeda, tergantung dari credit score yang didapat, semakin redah nilai credit score maka semakin tinggi nilai bagi hasil yang harus di bayarkan.Dilihat dari plafon yang di tawarkan Amartha cukup untuk usaha mikro atau UKM para perempuan yang notabene lebih banyak melakukan usaha rumahan seperti berjualan sembako, warung makanan, kue, salon dan lain-lain, karena memang Amartha mengkhususkan pinjaman untuk modal usaha perdagangan, rumah tangga, pertanian, peternakan dan jasa.

 

Cara Pengajuan Pinjaman & Pembayaran

Akses masuk ke Amartha bisa melalu website atau aplikasi yang bisa di unduh melalui playstore atau APPstore hanya untuk investor atau pemberi dana.Ini yang menurut saya agak sulit untuk pengajuan pinjaman tidak bisa online, hanya bisa offline, karena pengajuan pinjaman hanya bisa di lakukan melalui petugas layanan terdekat (petugas lapangan) atau customer service.Jika pinjaman berkelompok di setujui, dana akan cair setiap minggu.Pengajuan pinjaman melalui petugas layanan terdekat, mungkin dengan pertimbangan, masih banyak perempuan pedesaan yang belum tanggap teknologi / tidak memiliki smartphone, jadi di permudah pengajuan pinjaman melalui petugas layanan terdekat, dengan kata lain agar peminjam yang mayoritas ibu-ibu tidak perlu repot dalam pengajuan pinjaman online.Dokumen yang di butuhkan hanya foto copy KTP dan Kartu keluarga (KK). untuk pengajuan pinjaman bisa email ke hello@amartha.com atau WA ke nomor 0822-1010-2525 (semoga membantu ya).Pembayaran cicilan dilakukan setiap minggu, agar memudahkan investor yang membutuhkan kembali dana yang telah di investasikan, pembayaran bisa melalui Bank BCA/Mandiri (harus di konfirmasi kembali ke customer service Amartha untuk melakukan pembayaran cicilan).Jika ada anggota kelompok yang kesulitan membayar cicilan pinjaman, maka seluruh anggota kelompok tersebut wajib menanggung pembayaran pinjaman bersama-sama.Metode tanggung renteng ini sangat bagus karena jika ada anggota kesulitan membayar, para anggota kelompok yang menanggung pembayaran cicilan tersebut, pasti akan menagih langsung ke anggota kelompok yang belum bisa membayar cicilan tersebut, otomatis tidak perlu pihak ketiga untuk melakukan penagihan.Hampir sama dengan FinTech lainnya pelunasan pembayaran cicilan sebelum waktunya tidak akan dikenakan biaya penalti.

 

Kelebihan Amartha

  • Legal FinTech
  • Memberikan pinjaman khusus perempuan pedesaan agar bisa mengurangi kemiskinan (social value)
  • Bisa menjangkau pedesaan dengan tujuan  memberikan peluang perempuan pedesaan untuk memajukan usaha
  • Menyediakan petugas lapangan yang siap membantu para peminjam dan memberikan pelatihan untuk kemajuan usaha.
  • Menggunakan Tanggung renteng/ budaya gotong royong jika salah satu anggota kelompok gagal bayar/kesulitan membayar cicilan.
  • Memakai sistem bagi hasil dan tanpa biaya administasi apapun untuk pengajuan pinjaman
  • Pembayaran cicilan setiap minggu
  • Pengajuan pinjaman secara berkelompok meminimalisir kasus gagal bayar, terbukti selama 5 tahun 0% gagal bayar

 

Kekurangan Amartha

  • Pengajuan pinjaman tidak bisa online hanya bisa offline melalui Customer service atau petugas lapangan terdekat,harusnya bisa melakukan pinjaman online lebih mudah dan cepat.
  • Perempuan belum menikah tidak bisa melakukan pinjaman
  • Akses masuk Aplikasi Amartha melalui smartphone sangat sulit, no OTP tidak berhasil terkirim, bahkan di coba berkali-kali tetap belum masuk sampai tulisan ini di buat, jadi belum bisa akses Amartha melalui aplikasi, sebaiknya Investor bisa menggunakan akses masuk melalui webstie lebih mudah.
  • Jika ada pengisian data yang salah dalam aplikasi Amartha, tidak ada tombol kembali ke halaman sebelumnya, yang ada hanya tombol lanjut.
  • Aplikasi dan website hanya khusus untuk pemberi dana
  • Laki-laki tidak bisa mengajukan pinjaman.
  • Pinjaman belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

 

 

Kesimpulan

Amartha perusahaan FinTech legal yang menerapkan P2P Lending, memberikan pinjaman khusus untuk perempuan pedesaan, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat piramida terbawah, membangun ketahanan perekonomian dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Melalui pinjaman berkelompok yang di tawarkan dapat meminimalisir resiko gagal bayar, dan pinjaman berbasis syariah dengan sistem bagi hasil, tidak membebankan biaya administrasi apapun bisa memperingan para peminjam dana untuk terus bisa memajukan usaha.Sayangnya laki-laki belum bisa merasakan pinjaman berkelompok Amartha dan wilayah cakupan pinjaman belum keseluruh wilayah Indonesia, semoga kedepannya seluruh wilayah Indonesia baik perempuan belum menikah dan laki-laki bisa mengajukan pinjaman berkelompok dari Amartha.

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintektok - All Rights Reserved.